Semoga, ya.

February 17, 2019

Satu rumah mungil saja.
Dengan halaman depan dan belakang yang rindang.
Dengan bangku sederhana untuk berbincang.
Dengan anak2 yang bisa bermain riang.

Yang ketika pagi tiba, kita tak lelah bercengkrama.
Tentang apa saja.
Tanaman sayur yang mulai berbuah.
Kucing kita yang malas keluar rumah.
Atau ibu2 tetangga yang suka berghibah.

Yang ketika petikan gitarmu menghanyutkan suasana.
Terkadang akupun sampai memejamkan mata.
Atau ikut bersenandung sekenanya.
Hingga kopi dan teh di cangkir kita tandas begitu saja.

Sederhana.
Mendalam dan apa adanya.
Hingga binar mataku pun,
kau paham akan maknanya
.
Semoga, ya.

(N. F. Rasidi)

Pictures from: nostress bali

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe